Senin, 16 Januari 2012

Kethoprak “ Siswa Budaya” Pati Kesenian Rakyat yang Tetap Lestari

Kethoprak “ Siswa Budaya” Pati Kesenian Rakyat yang Tetap Lestari  (Andi.W)

Kesenian Kethoprak adalah kesenian tradisional asli Jawa khusunya Jawa Tengah dan DIY yang diyakini sebagai cikal-bakal seni pentas , drama , film dan juga sinetron. Selain menonjolkan unsur cerita rakyat atau babad di dalam kesenian kethoprak ini mengemas berbagai macam seni dalam satu pertunjukan yang memikat. Sebagai misal jika kita menyaksikan pertunjukan kethoprak didalamya pasti ada unsur seni suara , seni tari , seni music dan juga seni peran itu sendiri. Oleh karena itu kesenian kethoprak ini bisa dikatakan sebagai kolaborasi berbagai seni yang dipadukan sehingga menghasilkan pertunjukan yang memikat dan juga menghibur .
Salah satu daerah di Jawa Tengah yang dikenal sebagai gudangnya kesenian kethoprak adalah kabupaten Pati . Saat ini menurut catatan yang ada di sana masih ada 10 lebih grup atau rombongan kethoprak yang setiap waktu menerima permintaan tanggapan bagi warga masyarakat yang membutuhkan. Salah satu grup kethoprak papan atas yang saat ini masih setia menemui penggemarnya adalah “ Siswo Budayo “ dari desa Growong Lor kecamatan Juana kabupaten Pati. Kethoprak dengan pimpinan Anom ada sejak tahun 1989 dan dengan berjalannya waktu kethoprak ini terus menghibur masyarakat dan juga melestarikan tradisi Jawa di berbagai tempat.
salah satu adegan kethoprak siswa budaya
“ Kethoprak Siswa Budaya ini umurnya sudah 20 tahun lebih menemui penggemarnya di berbagai tempat , tidak hanya di Jawa Tengah saja grup kami juga sering manggung pentas sampai ke Jawa Timur dan juga ibu kota Jakarta. Selain nguri-nguri kesenian tradisional agar tidak punah kami-kami ini para seniman kethoprak juga nunut urip hidup dari kesenian kethoprak ini “ aku Darno sang sutradara kethoprak “Siswa Budaya “ yang ditemui saat pentas di kabupaten Demak belum lama ini.
Kethoprak “ Siswa Budaya “ ini menurut Darno meskipun home basenya di Pati namun pemain
atau senimannya merupakan kolaborasi antar daerah . Selain seniman dari Pati sendiri , ada juga seniman kethoprak dari Purwodadi , Solo , Klaten Jawa Tengah dan juga kota Ngawi, Bojonegoro, Tulung Agung Jawa Timur yang ikut pentas menghibur masyarakat. Para pemain tersebut biasanya merupakan seniman yang termasuk handal di daerahnya namun tidak ada wadah atau grup yang menaunginya . Selain itu pemain ini biasanya mempunyai ketrampilan khusus yang dapat memikat penonton , sehingga kehadirannya selalu dinantikan penonton seperti halnya pemain film atau sinetron. Di kethoprak “ Siswa Budaya “ ini banyak seniman handal yang bergabung disini oleh karena itu jika pas tanggapan ramai mereka tidak pernah pulang kampung karena selalu mengikuti perjalanan tobong menemui pemirsanya.
“ Alhamdulillah untuk bulan Apit ini grup kami sebulan penuh tidak pernah lowong menghibur masyarakat dalam rangka sedekah bumi , sedekah laut di Pati sendiri dan juga daerah lainnya. Untuk bulan-bulan lain seperti Agustus juga banyak tanggapan jika dihitung setahun kami bisa manggung 150 kali “ ujar Darno yang main kethoprak sejak tahun 1976.
Penonton penuh perhatian melihat pertunjukan kethoprak
Ketika ditanya tentang cerita yang dipentaskan grup kethoprak Siswa Budaya , Darno yang juga berperan sebagai pemain mengatakan , ada 150 cerita yang dapat dipilih menurut selera . Lakon atau cerita itu biasanya berwujud babad atau cerita rakyat yang disusun berdasarkan buku-buku yang ada . Selain itu pula lakon bisa didapat dari mulut ke mulut dari orang-orang tua dulu yang kemudian disusun menjadi cerita baru yang kemudian dipentaskan dalam panggung. Namun agar pentas tidak membosankan cerita itu dikemas sedemikian menarik dengan bumbu-bumbu yang memikat penonton . Misalnya dengan menambah tari-tarian , lawak , dan juga lagu-lagu kini seperti ndangdhut dan campur sari. Selain itu di setiap penampilan tehnik penataan panggung atau property setiap waktu juga diganti agar tidak membosankan , seperti penataan lampu , suara dan juga penampilan pemain.
Oleh karena itu meskipun kesenian tradisional namun kethoprak “ Siswa Budaya “ saat ini mampu memikat para penontonnya dengan mengkolaborasikan seni modern di dalamnya , misalnya untuk musiknya selain gamelan juga ada organ , drum dan yang lainnya. Cerita yang ditampilkan juga mampu memikat penonton dari berbagai kalangan baik tua maupun muda , misalnya dengan menyajikan adegan romantic yang menggemaskan , adegan perang dengan unsur akrobatik yang mencengangkan dan tidak ketinggalan lawakan-lawakan yang lucu dan menggelikan. Oleh karena itu tidak mengherankan jika ada pentas kethoprak “ Siswa Budaya” ini penonton yang melihatnya selalu berjubel dari berbagai kalangan.
Seperti halnya pentasnya di desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak , pasar ikan yang menjadi arena pentas kethoprak dipenuhi oleh ratusan penonton dari desa-desa seputaran Kedungmutih. Dengan banyaknya penonton tersebut membuat kegembiraan tersendiri Kepala Desa Kedungmutih Hamdan yang memang menyukai kesenian wayang dan ketoprak ini. Sehingga setiap tahun dalam masa kepemimpinannya dalam acara sedekah bumi dan laut pasti menggelar dua kesenian secara bergantian , khusus tahun ini dua pentas sekaligus yaitu wayang dan kethoprak.
Panggung kethoprak dari jauh dengan penonton yang membludak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar